Komunitas Cermin Rayakan Syukur Waktu Kesebelas

Foto : Muhammad Defan Ramdhani/Generalis

GENERALIS NEWS [30/12/2022] - Silaturahmi budaya merupakan salah satu rangkaian acara dari festival seni budaya akhir tahun Syukur Waktu 11 Tasikmalaya Raya yang diselenggarakan oleh Komunitas Cermin pada Kamis, 29 Desember 2022  bertempat di Taman Kota Tasikmalaya.

Ashmansyah Timutiah, Ketua Komunitas Cermin Tasikmalaya yang akrab disapa Akang Acong mengatakan bahwa Silaturahmi Budaya adalah bentuk implementasi bersilaturahmi dan kolektivitas masyarakat Tasikmalaya. Sehingga Seniman, masyarakat dan organisasi bisa saling bertemu sambil menikmati pertunjukkan festival seni budaya pada akhir tahun 2022. 

Acara ini sebagai ajang untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada regenerasi muda tentang pentingnya makna seni dan budaya di Tasikmalaya. 

Festival seni budaya Syukur Waktu 11 Tasikmalaya Raya ini dilaksanakan satu pekan menjelang pergantian tahun baru, acara ini berlangsung dari tanggal 24 - 31 Desember 2022. Akang Acong menambahkanmdalam perayaan Syukur Waktu Kesebelas ini komunitasnya mengusung tema "Kontemplasi Budaya Menuju Jalan Masa Depan".

Akang Acong menjelaskan bahwa tema tersebut diusung lantaran dinilai kalau kebudayaan adalah unsur karakteristik masyarakat asli yang tidak bisa digoyahkan. Maka dari itu, menjaga kebudayaan merupakan salah satu hal yang harus dilakukan agar tercipta keseimbangan dalam kehidupan.

Selama satu pekan berlangsungnya festival seni budaya Syukur Waktu 11 Tasikmalaya Raya ada beberapa serangkaian acara yang dilaksanakan, yaitu Melukis Bersama, Pameran Lukisan, Pameran Photography, Pameran Buku, Seminar, Mimbar Sastra, Silaturahmi Budaya dan Pentas Seni Budaya Malam Pergantian Tahun Baru.

Melihat perkembangan yang semakin canggih Komunitas Cermin Tasikmalaya mengkhawatirkan hal itu sebagai salah satu faktor kurang pemahamannya generasi muda  terhadap seni dan budaya kita. Namun, dengan adanya perkembangan tersebut harus pula dibarengi dengan kegiatan festival seni seperti ini agar generasi muda hari ini bisa menyaksikan dan menikmati secara langsung. Sehingga dengan para regenerasi Seniman dan Budayawan pun akan terus tumbuh untuk mempertahankan seni dan budaya di Tasikmalaya.

Dari Komunitas Cermin Tasikmalaya sendiri, kata Akang Acong proses kesenian ini akan terus didorong di wilayah Tasikmalaya lainnya agar dapat tumbuh kantong - kantong kesenian.

"Hari ini dan selanjutnya, semoga teman-teman Seniman di Tasikmalaya tidak selalu bergantung dengan ruang yang ada untuk bersilaturahmi dan mengekspresikan diri. Mari kita eksplorasi ruang-ruang yang lain di Tasikmalaya karena kesenian tidak harus selalu dipentaskan di Gedung Kesenian, seperti saat ini kita bisa merasakan bagaimana alam terbuka di Taman Kota Tasikmalaya. Dengan disini kita bisa lebih dekat kepada masyarakat dengan kesenian", ujar Akang Acong.

Sementara itu, masyarakat Tasikmalaya yang turut hadir pada acara Silaturahmi Budaya ini mengapresiasi festival seni budaya Syukur Waktu 11 Tasikmalaya.

"Pertunjukkan yang ditampilkan para pelaku seni memang sebuah suguhan yang harus diacungi jempol. Sebagai masyarakat Tasikmalaya kami gembira di penghujung tahun 2022 ini, kita disuguhi pertunjukkan yang inspiratif dan ikhlas. Tidak harus di gedung yang mewah, tempat terbuka dan sangat sederhana inipun bisa," ujarnya.

Pengumuman kejuaraan lomba inipun merupakan momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta lomba dalam acara Silaturahmi budaya. Sebelum terlaksananya acara festival seni budaya akhir tahun Syukur Waktu 11 Tasikmalaya, Komunitas Cermin telah menyelenggarakan beberapa lomba, yaitu Lomba menulis puisi, menulis esai, photography, videography dan cipta lagu. 

Acara yang bertajuk Silaturahmi Budaya ini turut dihadiri oleh beberapa kalangan mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum. 

Akang Acong berharap semoga acara ini  semakin terbangun kerjasama, gotong royong antar kelompok-kelompok seni dan disamping itu semakin terjalin hubungan antara Seniman dengan masyarakatnya. Karena silaturahmi disini bagaimana Seniman menampilkan kreasinya dan masyarakat menangkap sebagai seorang Apresiator, sehingga Kreator dan Apresiator bertemu dalam karya menjadi satu kesatuan yang harmonis dan terjalin apresiasi masyarakat terhadap sebuah karya seni.

Lebih lanjut Akang Acong mengatakan bahwa komunitasnya juga akan mengadakan acara pada malam pergantian tahun baru. Acara akan digelar di Jalan HZ. Mustofa.

"Malam tahun baru berbagai kesenian akan ditampilkan di Jalan HZ. Mustofa, seperti pertunjukkan tari tradisional, modern dan kontemporer." pungkas Akang Acong.

_________________

Reporter : Ade Ratna
Penulis : Risa
Crew : Muhammad Defan Ramdhani, Riska Rismawati, Ircham, Aulia, Laila dan Ira


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upgrading Organisasi Kemahasiswaan

AUDIENSI ORGANISASI MAHASISWA TERHADAP LEMBAGA STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA

STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA Resmi Laksanakan Pekan Orientasi Kehidupan Kampus (POKUS) Tahun 2022 Secara offline 07- 10 September 2022