Giat Belajar dan Disiplin Waktu Selama Kuliah Wisudawan ini Jadi Lulusan Terbaik

Foto : Alni Sri Yuliani/UKM GENERALIS

Berhasil menyelesaikan studi tepat waktu di tingkat perguruan tinggi menjadi hal yang diimpikan banyak mahasiswa. Usaha yang keras serta disiplin yang tinggi agar lulus tepat waktu dapat menjadi jembatan menuju predikat wisudawan terbaik. 

Anis Marwati, S.Sos merupakan wisudawati STIA YPPT Priatim Tasikmalaya yang berhasil menjadi Lulusan Terbaik Program Studi lImu Administrasi Negara. Wisudawati yang hobi membaca novel dan traveling ini menjadi wisudawati terbaik dalam seremoni wisuda ke-33 sarjana Administrasi Negara STIA YPPT Priatimn Tasikmalaya yang berlangsung di Graha Asia Plaza Tasikmalaya, Jalan HZ. Mustofa Nomor 326, Tugujaya, Kecamnatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat 46126, pada (9/2/2023). Kamis Apa yang Anis raih ini tidak luput dari perjuangannya selama mengenyam bangku pendidikan. la lulus dengan IPK 3.72 berkat kesungguhan dan metode belajar ketat yang diterapkan.

"Perasaan saya sangat bangga, bahagia, bisa memberikan yang terbaik kepada orangtua khususnya. Dan harapan saya kedepannya bisa lebih baik, terutama semoga saya bisa melanjutkan kuliah S2", ujar Anis saat ditemui di area wisuda. Selain itu, putri dari Saefudin dan Nani ini juga mengungkapkan kesan dan pesannya selama berkuliah di STIA. "Banyak hal yang sulit untuk diucapkan, tapi tentunya jangan putus asa terus berprogres dan rasakan sendiri hasilnya," ungkap Anis.

Berbeda dengan Anis, Syaiful Malik, S.Sos wisudawan Lulusan Terbaik dari Program Studi IImu Administrasi Niaga STIA YPPT Priatim Tasikmalaya dengan IPK 3.67 dalam wisuda sarjana Administrasi Niaga ke-20 ini, memiliki metode belajar lain yang membuatnya lulus dengan IPK tertinggi di jurusannya. "Kalau boleh jujur, saya gak pernah belajar. Orang-orang mikirnya tiap mau ujian saya belajar siang malam, tapi saya tidak. Pada saat kuliah ketika dosen memaparkan materi saya duduk paling depan, memahami apa yang dikatakan dosen. Jadi, kalau di rumah saya hanya membaca kembali, tidak belajar ataupun menghafal," jelas Syaiful. la juga mengungkapkan bahwa manajenmen waktu berperan penting dalam proses perkuliahan.

"Banyak yang bilang sebagai mahasiswa jangan terlalu memikirkan kuliah, banyakin aktivitas di organisasi deh. Itu gak salah, ada benarnya juga. Tapi jangan sampai lupa tugas kita sebagai mahasiswa, harus pandai mengatur waktu," ungkap Syaiful. Di samping itu, Syaiful mengaku mengalami kesulitan saat kuliah di masa pandemi yang harus dihadapi dia dua tahun kebelakang. Kesulitan yang dihadapinya ketika pandeni adalah perkuliahan yang full online yang mana beberapa mata kuliahnya butuh penjelasan secara langsung. Tentunya butuh pertemuan secara offline dan juga banyaknya kendala kuliah online. Kendala itu seperti koneksi internet mahasiswa atau dosen yang terkadang tiba-tiba tidak stabil, audio yang tidak terlalu jelas, dan hal lainnya yang membuat agak sulit fokus memahami materi yang disampaikan. 

Peran orangtua pun menjadi faktor paling penting dalam pencapaiannya saat ini, Syaiful mengungkap bahwa orangtuanya tidak pernah memaksa agar ia menjadi seperti yang mereka inginkan. Syaiful juga mengungkap rasa bangganya terhadap diri sendiri yang sudah mampu menjalani perkuliahan tanpa membebani kedua orang tuanya.

"Untuk diri sendiri, saya cuma mau mengatakan bahwa saya ini hebat. Karena, untuk mendapat semua yang saya dapatkan ini bukan proses yang instan. Saya dari pertama kuliah sampai wisuda tidak meminta uang ke orangtua. Pagi saya kuliah dan siang saya bekerja. Cape sih, tapi kerja keras bakal terbayarkan dengan pencapaian saya seperti saat ini bisa melaksanakan wisuda dan itulah yang membuat saya bangga pada diri sendiri," ungkap Syaiful bahagia.

Syaiful pun berharap untuk kedepannya kampus STIA YPPT Priatim Tasikmalaya bisa lebih memperhatikan perubahan dan perkembangan di dunia pendidikan. "Saya.berharap kampus kita bisa lebih memperhatikan perubahan dan perkembangan yang terjadi di dunia pendidikan. Salah satunya adalah meningkatkan dan mengasah soft skill mahasiswa agar tidak terpaku terhadap teori dan materi, karena perihal teori pada kenyataannya.sedikit terpakai di dunia kerja," ungkap Syaiful.

Anak dari pasangan Endang (Alm) dan Dodoh ini memberikan pesan kepada para adik tingkatnya untuk selalu fokus dan semangat dengan proses saat ini.

"Pesan saya saya untuk adik-adik tingkat tingkat terus semangat, apalagi sudah masuk di semester 4 harus mulai fokus dengan apa yang akan kita kerjakan untuk menyelesaikan perkuliahan. Untuk aktif di organisasi boleh saja silahkan itu bagus untuk menambah ilmu dan pengalaman, tapi tidak melupakan untuk memperhatikan terus terkait akademik. Jangan sampai pada saat proses penyusunan tugas akhir (skripsi) nanti kalian terhambat," pungkas Syaiful.

_______________

Reporter : Alni Sri Yuliani & Nadia Kirani Putri

Penulis : Laila Nabila

Penyunting : Galih Samsul Aripin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upgrading Organisasi Kemahasiswaan

AUDIENSI ORGANISASI MAHASISWA TERHADAP LEMBAGA STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA

STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA Resmi Laksanakan Pekan Orientasi Kehidupan Kampus (POKUS) Tahun 2022 Secara offline 07- 10 September 2022