Ragam Tulisan - Ruas Rindu di Jemarimu
??
Karya : Natasha Rismadanti Risnandar
Jika Mesin waktu Doraemon memang ada, bolehkah sekali saja untuk kembali? Menata ulang semua serpihan yang tertinggal dimasa itu. Walau aku tau waktu adalah sebuah misteri yang 'tak akan pernah terpecahkan dan diputar kembali, selalu berputar tanpa henti diputaran yang sama, namun anehnya bisa membuat sebuah suasana yang berbeda.
Ada hal yang tertinggal dimasa itu dan 'tak bisa untuk aku bawa, bisakah seseorang mengembalikannya? Pada kenyataannya, 'tak ada yang bisa, semua yang tertinggal hanya berputar dalam pikiran, terus berjalan bagai pemutaran film disebuah teater. Membuat suasana terhanyut dan tenggelam dalam pikiran, namun sadar semua sudah tak bisa terulang.
Membayangkan betapa menyenangkannya bisa memiliki mesin waktu dan pintu kemana saja, membuat realita terasa lebih baik, dibawa ke dunia mimpi dapat melakukan apapun yang menyenangkan, namun sayang semua tetap 'tak akan lama. Ada hal yang menunggu didepan sana yang masih menjadi misteri, sedikit buram namun melambai-lambai untuk kita hampiri.
-
Merindu yang Tak Kunjung Sirna
Karya : Galih Samsul Aripin
Rindu, sebuah kata yang indah
Yang menyimpan kenangan dan harapan
Menggetarkan hati dan pikiran
Menyadarkan bahwa hidup itu singkat
Rindu, sebuah kekuatan yang luar biasa
Mampu mengubah segalanya menjadi lebih indah
Membuat hati terasa penuh dengan cinta
Seakan segala sesuatu terasa sempurna
Namun rindu juga membawa kesedihan
Mengingatkan pada kehilangan dan kepergian
Menyadarkan bahwa hidup ini penuh dengan perpisahan
Dan tak ada yang bisa terus bersama selamanya
Namun, rindu juga memimpin kita pada kebahagiaan abadi
Mengajarkan arti cinta sejati dan kepercayaan
Menyadarkan bahwa hidup ini tentang mencintai
Dan rindu adalah jalan menuju cinta yang abadi
Rindu, sebuah kata yang akan selalu ada dalam kenangan
Mengingatkan bahwa cinta itu suci dan abadi
Mengajarkan bahwa hidup ini tentang mencintai
Dan rindu adalah jalan menuju kebahagiaan yang abadi.
-
Apa yang Kurindukan?
Karya : Zetta_Jasmine1168
Awalnya begitu banyak yang kuinginkan dan kurindukan. Jika kurindukan masa laluku... aku tidak mempunyai masa lalu yang begitu bagus, jika kurindukan masa kecilku... itu juga tidak bagus. Ada satu orang yang benar-benar aku tunggu kehadirannya, namun lambat laun aku tidak begitu mempedulikannya. Entah aku yang ingin melupakannya... atau dirinya sama sekali tidak mengingat akan kehadiran diriku.
Semakin besar yang aku rasakan hanyalah kehampaan dan kesepian, semua yang terlihat membuatku merasa bosan dan tak lagi menarik. Apa yang terjadi jika aku bertemu dengannya? Apakah mungkin aku menangis dan memeluknya? Atau aku terdiam dan hanya menatapnya.
Kesepian dan kehampaan kini menjadi bagian dari hidupku. Rasa rindu dan benci menjadi satu, dua sifat yang bertolakbelakang kini menyatu di pikiranku, antara logika dan perasaan saling mengadu. Kini yang kurasakan hanya kekosongan. Sungguh hidup yang memuakkan.
-
Rindu si Mine
Karya : Rani Wahyuni
Rindu padamu seperti Wi-Fi yang hilang saat kita paling butuh. Setiap detik berlalu seperti loading yang tak kunjung selesai, namun ketika kita akhirnya bersama, hatiku rasanya seperti buffering yang akhirnya selesai di momen indah bersamamu. Kamu adalah password yang membuatku terhubung dengan kebahagiaan, dan meskipun terkadang sinyal cinta kita agak ngaco, aku tetap bersabar menunggu dan mencari jaringan yang kuat untuk mengirimkan rindu ini. Oh, dan tolong jangan lupa memberikan notifikasi saat kamu sudah mendapatkan sinyal yang kuat untuk bertemu lagi, karena aku tidak sabar untuk me-reconnect denganmu, my love!
-
Rindu yang Membiru
Karya : Salsabila Imtinan
Seuntai kabar dari sederet tunggu
Di punggung sore aku menyisir
Semua yang terurai diantara lebar dedaunan
Taman-taman tak pernah sepi
Ramai kepalaku dipenuhi pilu dan sendu
Riuh digenapi rindu yang membiru
Gigi angin meruncing
Namun hangat kata dan kita
Masih mampu menopang tebal kulitku
Malamku masih tenang
Sebab pesta kesendirianku belum usai...
Dia adalah buku yang sudah selesai kubaca, tapi akan selalu aku simpan
Buku yang tiap halamannya menjadi cerita yang bisa kenapa ulang sambil tersenyum
Terima kasih sudah pernah hadir walaupun hadirmu bukan takdir, sekarang saling melangkah walaupun sudah berbeda arah
-
Hilang
Karya : Laila Nabila
Gelap malam tanpa temaram. Mengusir lirik lagu rumpang dalam orkes kedukaan. Secarik kertas kosong dari alam bawah sadar baru saja sampai, terlalu suci, enggan diberi tinta. Sebab sunyi ini memantik seutas kisah indah yang tak mudah. Antara aku dan diriku di puncak pengharapan.
Terlalu lampau untuk dijangkau. Biarlah jejak bahagia samar oleh luka dalam. Pada suatu masa, entah aku berpikir dunia terlalu lama memberi jeda, atau justru aku yang ingin cepat hilang dari alam raya. Kenangan yang tergenang mengusik ruang hampa yang lama tak terjamah. Oh, atau parade perpisahan sempat menari-menari disana? Biar, biar begitu saja. Tempatnya sudah tak aman. Aku semakin merindukan diriku pada bait-bait waktu di masa lalu. Bisik angin sempat menyadarkan, bahwa jiwa yang hilang jangan diminta pulang. Lantas, bagaimana cara dia datang?
Diriku di masa itu tertawa, untuk apa kembali kesana, jika kepergianku dibuat dengan sengaja.
-
Kita Menolak Layu
Karya : Mita Wilma Irfani
Pada setiap sudut kota, melihat apa saja yang tak seharusnya diingat. sebab musim hujan sudah basah di kepalaku lebih dulu. menara-menara masih berdiri tenang, kekokohannya persis sesuatu yang masih layak untuk dikenang. tiang-tiang tidak seperti dulu, ia lebih karat dari perkara-perkara yang pernah kita buat; tegak dan satu-satunya saksi. aku melihat dirimu adalah benda-benda mati. napasmu seperti meniup dari lorong-lorong; berisik. hiruk-pikuk menyerupai bayang-bayangmu yang tanggal, lesap dan samar. rinduku sengketa yang tak dihalangi mendung di kotamu. aku selalu berusaha mendekati jauhmu di bulan-bulan gerimis, upaya sederhana yang dimadukan oleh waktu untuk ditelan jarak; kita mengenalnya dengan sebutan "manis". pada bilangan sore, kuhitung pesona malam-malam ganjil hanya untuk didengar pagi yang rajin kesiangan; seutas kabar yang kau gelar lalu menjemurnya di latar. kita menolak layu.
-
Biarkan rindu ini semakin membara, aku akan memberikan ruang untuknya, walaupun aku tau rinduku tak akan pernah kunjung temu.
-Nur Maulida-

Komentar
Posting Komentar