Ragam Tulisan - Rintik Hujan Membawa Pesan


"Untuk banyak hal yang tak bersuara, barangkali rintik hujan mampu tumpahkan segalanya. Perihal kecewa yang tak dirasa, atau bahagia yang tak lagi sama. Sebab pada setiap genangan, ada banyak cerita yang tersampaikan."


-


Amigdala

Karya: Laila Nabila


Secangkir kopi yang semula hangat perlahan dingin, meluapkan seluruh penat yang tersekap sejak jauh hari. Sayang sekali, cerita yang kutulis dengan harap nyata berakhirmenjadi opera. Berlembar-lembar kasih dalam kisah tak ubahnya sekadar sandiwara. Menjejal jeda pada bulan-bulan sepi yang menarik hati mengundang jera. Semula, kupaksa diri mengiyakan akhir yang kau beri. Logikaku terbata, mengucap kumpulan frasa yang bahkan tak kupahami. Entah prinsipku tak miliki konsistensi, atau batinku tak mampu terima usai yang terasa enggan kualami. Namun, kenangan yang tergenang mengusik barisan gusar yang nyaris menguar tiada henti. Kutarik seulas senyum getir kala rintik makin riuh seraya menyeka rindu, menyadarkanku bahwa seluruh waktu yang kubunuh, setiap sempat yang kudapat, seruan pulang yang kubuang, belum cukup untuk menghentikanku menyambangi-setiap jejak kisah kita yang masih tersimpan rapi dalam memori.

Hujan, bawa ingatan ini pergi.


-


Rain With Longing

Karya : Serli Herawati


Rintikan kecil namun bersama

Seluruh mata melihat kepadanya

Ragu dan rindu kini bersua

Selama rasa selalu bersamanya 


Rindu ini akhirnya terasa

Sampai angin menembus ragunya

Raut wajah hanya terbiasa

Selalu sama dengan lamanya


Rantai rindu dan ragu itu bersama

Setidaknya merasa dengan angannya

Runtuh tanpa ada rasa luka 

Sesuai dengan bayangannya 


Rintangan menebus rintik lama

Sesudah guyur hujan di pikirannya

Rampas semua dengan rasa

Sampai akhirnya kita akan selamanya


-


Dua Inginku

Karya : Mita Wilma Irfani


Kubiarkan dingin ini menetap merasakan denyutmu, 

Menyentuh lembut tiap ruas jarimu, 

Menuntun nyaliku menemukan fajar di antara pohon yang dibasahi musim hujan,

Kumohon, jangan ajak perselisihan yang nantinya membuat dua kita tanggal.

Dua dari inginku yang maha hebat kepadamu, 

Membunuh semua kegetiran yang digaungkan puisi, 

Mengumpulkan percakapan-percakapan hangat dari unggun bibirmu.


Oktober, 2021


-


Hujan dan Setelahnya

Karya : Kamila Rosalina


Bagiku, hujan merupakan suasana ketika langit menangis dan bumi menjadi tumpuannya. 

Mentari redup bersembunyi dibalik awan. Meskipun ada namun tidak seterang biasanya. 

Bahkan langit pun berhak untuk lelah, dan berhak untuk menangis.

Tapi setelah itu, datang senja yang indah sebagai obat pereda lelah.

Itu menggambarkan semua orang ada masanya. Masa dimana semua orang bisa seterang mentari, atau juga bisa meredup sesekali.

Setiap orang berhak untuk lelah, setiap orang juga berhak untuk menangis. Namun, setelah semuanya berlalu akan ada hal indah sebagai obat pengganti lelah.


-


Luka dibalut Hujan 

Karya : Nur Maulinda


Terlihat tenang namun menyakitkan, terlihat bahagia tapi menutupi luka, di juluki orang terberuntung karna dia selalu tersenyum.

Kala itu, semua orang tiba - tiba pergi, tanpa tau ada gadis kecil yang berusaha Menghentikan tetesan air matanya, merasa hidupnya tidak berguna, karna ia lelah berpura - pura bahagia.

Gemuruh petir tiada henti, dengan curah hujan yang tinggi, menatap jendela dari kejauhan berusaha bangun untuk melihat keadaan, menghapus air mata dengan hati yang berbisik menguatkan dirinya untuk bertahan tanpa menuntut kebahagiaan. Tiba - tiba hujan berhenti dan awan cerah oleh matahari dan muncul pelangi indah menghiasa awan yang kelabu tadi. Jika jatuh adalah hujan dan bangkit adalah matahari kita butuh keduanya untuk melihat pelangi.


-


Ada sesuatu yang ajaib pada saat hujan dengan sentuhan angin. Ini seperti cara alam untuk mengingatkan kita untuk memperlambat, berhenti sejenak, dan menghargai momen-momen kecil. 


-Near-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upgrading Organisasi Kemahasiswaan

AUDIENSI ORGANISASI MAHASISWA TERHADAP LEMBAGA STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA

STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA Resmi Laksanakan Pekan Orientasi Kehidupan Kampus (POKUS) Tahun 2022 Secara offline 07- 10 September 2022