Ragam Tulisan - Sorak Ramai dalam Kepala

"Sekalipun semua tidak bergerak sesuai rencana, tidak perlu menyalahkan dunia. Barangkali, itu adalah bentuk nyata dari apa yang selama ini kita duga dan kita sangka. Sebab dalam beberapa kesempatan, dunia bergerak sebagaimana yang kita pikirkan. "


-


Temaram

Karya : Yusi Yusnia


Hai, boleh lihat aku sebentar saja?

Mataku sembab, lenganku terluka, jariku lebam, makanku tak cukup, dan tidurku berantakan

Aku ingin didengarkan tanpa dihakimi

Mohon jangan menatapku seperti itu, aku hancur


Ada apa dengan diri ini?

Sesulit itukah berbicara tentang luka?

Tak adakah orang yang dipercaya untuk sekadar bercerita?

Keluarkan aku dari sini..


Aku takut membuat lebih banyak orang terluka

Membuat orang lain kecewa lebih menyakitkan daripada dikecewakan

Aku bersyukur, tapi aku tak nyaman tinggal di rumah elok dekat gunung itu

Aku nyenyak di rumah dekat kandang hewan ternak dulu


Aku suka laut

Tapi tak mungkin kan aku terapung disana?

Tuhan Maha Penyayang

Aku pasti sembuh, meski tanpa bercerita.


-


Angan - Angan Kebahagiaan

Karya : Nur Maulinda


Langit senja berwarna merah dengan burung terbang ke satu arah keadaan sepi seorang diri sambil melamun membayangkan sesuatu yang terjadi. Seseorang datang memberi kebahagiaan, dengan senyuman tulus dan tatapan penuh kasih sayang.

Kapan itu terjadi ? siapa dia ? apakah dia akan tulus Memberikan cinta ? seketika angan - angan melintas di pikiranku, tentang seorang yang datang dan bertanya apa yang terjadi setelah aku menjalani hari - hariku, menjadikan aku wanita beruntung di dunia yang fana ini.

Tapi kenyataan menampar keras ekspetasiku, nyatanya orang itu belum juga datang atau mungkin tidak akan datang, buruk sangka tetjadi di pikiranku dan merasa bahwa aku menjadi wanita penuh luka

Tangisan tiada henti mengalir di pipiku, sampai aku lelah menghapusnya dan berusaha menguatkan hati kecilku.


-


Spasi

Karya: Laila Nabila


Di suatu masa, aku ingin tersesat dalam keramaian. Berbaur bersama asing yang lebih ramah dan beriku rasa aman. Aku ingin menjadi batu diantara tumpukkan berlian. Sekadar diam, tak bersuara, tak diperhatikan dan tak mendapat peran. Kucoba lempar pilu di telaga dangkal, namun tak ada pulih yang terlempar ke dasar. Sebenarnya, apa yang dunia ingin aku lakukan? Harapku menjelma abu, tertiup angin realitas yang tak berperasaan. Ambisiku serupa embun, terpaksa kering saat kilau mentari menyapa dedaunan. 

Tidak, tidak ada yang menjahati. Semua perihal ekspektasi yang terlalu tinggi. Padahal, dulu semua tampak sempurna, bersua bahagia tak perlu banyak usaha. Lantas, sampai sejauh mana semesta membawa angan sebelum nyata bertahta?

Barangkali, tidak sekarang, barangkali, di masa mendatang. Setiap kira yang jauh dari rencana, segala tawa yang terbiasa diduga, akan menghadap suka tanpa banyak drama. 


-


Aku selalu takut pada orang-orang di sekitarku. Apakah mereka orang-orang yang baik? Atau sebaliknya, apakah mereka akan meninggalkan ku? Atau aku yang meninggalkan mereka. Aku selalu takut... Padahal belum tentu seperti itu.

Karena rasa takut itu selalu ingin sendiri. Pikiran dan perasaan ku selalu berkalut huh...aku mempertimbangkan banyak hal. Aku ingin hidup normal tanpa banyak ketakutan, aku ingin sembuh dari segala rasa trauma, aku ingin meyakini diriku sendiri lebih dari apapun, aku ingin lebih mencintai diriku sendiri, aku berharap selalu jujur pada diriku sendiri dan aku berharap lebih menyayangi diriku sendiri lebih dari apapun.

Hari indah itu akan datang, oleh karena itu bertahanlah sedikit lagi...

"Aku adalah aku bukan orang lain, karena hanya aku yang tahu siapa diriku lebih dari apapun itu"

-Zetta_Jasmine1168-


-


"Manusia biasanya akan berprasangka baik ketika dia telah menjalani atau mengetahui suatu peristiwa yang hendak dia lakukan kembali dan bisa berpikir lebih matang dalam mengambil tindakan. Lain halnya jika belum pernah mengalami atau mengetahui, dia akan lebih banyak berprasangka buruk. Jadi sebelum berprasangka buruk, lebih baik jalani dan ketahui terlebih dahulu. Supaya nilai-nilai positif dalam peristiwa tersebut, bisa dimiliki dan nilai-nilai negatif yang terkandung bisa dijadikan pelajaran di kemudian hari."

-Bobi Situmorang-


-


"Saat tetesan air hujan membasahi wajahnya, tekad yang kuat terpancar di matanya. Langkahnya semakin cepat, selaras dengan irama kota. Ada janji tak terucap akan kehangatan dan kenyamanan yang menunggu di akhir perjalanannya. "

-Galih Samsul Aripin-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upgrading Organisasi Kemahasiswaan

AUDIENSI ORGANISASI MAHASISWA TERHADAP LEMBAGA STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA

STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA Resmi Laksanakan Pekan Orientasi Kehidupan Kampus (POKUS) Tahun 2022 Secara offline 07- 10 September 2022