Ragam Tulisan - Kepada Kisah, Mari Berpisah

"Sudah banyak hari yang kita lalui bersama. Dan nampaknya, porsi kita hanya sementara. Perpisahan sudah di depan mata. Namun, baik dan buruk akhir cerita, kita yang berhak menentukannya."


-


Selesai

Karya: Laila Nabila


Buku yang kupinjam berminggu-minggu lalu, yang tak sempat kubaca setiap waktu, yang terkadang kubiarkan berbaring di lemari dingin dan dihinggapi debu, kini sampai di lenmbar terakhir yang kutunggu-tunggu. Rasanya, terlalu berat untuk kuselesaikan, sebab ada banyak detail peristiwa yang menakjubkan. Namun, semua cukup dibaca satu kali, tidak ada pengulangan lagi. Karena beberapa hal indah tidak selalu bisa dilalui kembali dengan mudah. Ada yang cukup dibiarkan dalam ingatan, ada pula yang dibawa pergi ke masa depan. Buang semua sedih, berdamai dengan segala sesal, tapi jangan pernah melupakan apa yang telah terjadi. Ah, menutup buku saja terlalu banyak cerita. Tapi ya bagaimana lagi, tidak ada perpisahan yang benar-benar menyenangkan. Semua 'mulai' kala bertemu 'selesai", harus diberi perayaan agar kecewanya tersamarkan.

Terima kasih, untuk semua sempat yang didapat. Semoga kita bertemu lagi, pada setiap ketidaksengajaan yang aku temui.


-


Jingga Merah Biru

Karya : Yusi Yusnia


Aku masih disini

Di dermaga tempat kau melabuhkan hatimu dulu

Sungguh menyakitkan

Memungut kepingan hatiku yang terserak karena kau jatuhkan


Senja ini, meski dalam keramaian

Sayup-sayup kudengar suara 

Pintu hati yang kau buka

Untuk seorang wanita bergaun sutra dengan sekotak mutiara


Sudah waktunya kita berpisah

Tanpa harus saling memberi hadiah

Resah, gelisah biarlah merebah

Hingga datang masa yang indah


Hatiku tercabik parah

Lukanya menganga berdarah

Aku menyerah, aku kalah, payah

Selamat tinggal, berhati-hatilah


-


Not the End of Everything

Karya : Serli Herawati


Aku akan selalu disini dengan nama yang sama dengan raga yang sama tapi tidak dengan kisahnya, aku mencoba untuk baik-baik saja tapi nyatanya tidak. Bibirku tersenyum tapi tidak dengan kedua mataku, aku mencoba biasa saja akhirnya air mata jatuh di kedua pipiku. Lihat diriku sedang berbohog! Iyaa… sekarang aku merasakan sesak di dada bahkan detak jantungku berdegup kencang tidak berirama, ini bukan dari akhir segalanya ini awal dari kisah kita tapi dengan jalan yang berbeda. Yakin di setiap pertemuan akan ada perpisahan, yakin di balik senyuman ada kesedihan yang teramat dalam. Kendati demikian ini demi kebaikan, bukankah ini cara menjadi dewasa untuk kita berdua? Banyak judul cerita yang sama tapi dengan isinya.


-


Akhir dari Segalanya

Karya : Kamila Rosalina


Bergulirnya waktu menghantarkan semua pada akhir. Karena sejatinya semua temu akan pisah, semua perjalanan akan mencapai akhir.

Semua sudah punya porsinya masing-masing. Hingga kita harus siap menerima semua takdir. Takdir yang membawa kita menuju jalannya masing-masing.

Kini telah datang waktunya pamit. Pamit pergi untuk menjalankan tugasnya masing-masing. Sampai jumpa kembali dan semoga tidak menjadi asing.


-


Berpisah bukan Berarti Selesai

Karya : Nur Maulinda


Hal yang tidak pernah terbayangkan, seseorang pergi hanya meninggalkan sebuah kenangan, masa depan yang telah kita ukir bersama, hanya meninggalkan serpihan luka dan entah kapan sembuhnya.

Dimana dia? Apakah dia masih ingat tentangku? Apakah Tuhan sangat mencintainya, sampai Tuhan terlalu cepat mengambilnya? Atau Tuhan membenciku? Karna aku menyusahkannya? 

Waktu yang terus berjalan dengan rasa rindu semakin dalam, ruang hati yang penuh dengan kenangan dan doa selalu diiringi tangis kepedihan. Aku yang pernah ingin mengakhiri kehidupan kini hanya tersenyum mengingat hal bodoh yang pernah akan aku lakukan.

Kita akan terus bersama meskipun alam kita berbeda, raga kita berjauhan namun batin takkan pernah berpisah. Aku yakin dia akan lebih bahagia jika aku melihat aku melanjutkan jalan kehidupan. Terimakasih segalanya, maaf semuanya dan sampai bertemu di titik terbaik menurut takdir.


-


PAMIT 

Karya : Zetta_Jasmine1168


Suatu hari saat ku pejamkan mataku tiba-tiba aku berada disebuah taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah, aku melihat sosok anak kecil yang sedang berlarian sendiri anak itu sepertinya sangat bahagia,namun setelah di lihat-lihat bukankah itu aku? Ya itu aku,aku dimasa lalu aku yang masih kecil mungkin sekitar lima tahun.

Lalu tiba-tiba di berlari kearah ku sambil memandang diriku, dia tersenyum "Hai aku yang dewasa, bagaimana kabarmu?" Oh ya ampun ternyata dia bisa berbicara, apa dia bilang aku yang dewasa berarti ini benar aku yang dulu. Aku tak mengucapkan sepatah kata pun rasanya ini sangat aneh bagaimana bisa? Ntah Kenapa rasanya aku ingin menangis. Tiba-tiba dia menarik tanganku "ayo kita berlari kesana" sambil menunjukkan jarinya ketempat yang dia inginkan, kami berlari kesana-kemari menikmati keindahan taman ini,ntah Kenapa aku merasa bahagia sungguh aku pun juga tak tahu apa yang sebenarnya kami tertawakan padahal sama sekali tidak ada hal yang lucu, tapi aku benar-benar menikmatinya. Kami pun kelelahan hingga akhirnya memutuskan untuk berhenti, kami pun duduk diantara bunga-bunga sambil memandang matahari yang akan tenggelam. Dia berkata "Hey... Aku tahu kamu pasti merasa hari-hari mu berat bukan? Tidak apa-apa aku akan selalu bersamamu, tetaplah berbahagia jangan sampai melukai dirimu ya..." Tatapannya yang tulus, kata-kata yang diucapkan membuat hatiku goyah seperti akan ada yang keluar dari mataku, ya benar aku tak kuasa menahan air mata ku, aku menangis di pangkuannya, aku memeluknya dengan erat. Menjadi dewasa memang tidak menyenangkan seperti kehidupan yang dulu, tetapi bagaimanapun itulah kehidupan....

Hari semakin gelap kuhapus air mataku, kupandang sekali lagi diriku yang ada di hadapanku, dia tersenyum padaku begitupun diriku tersenyum padanya, hah...rasanya cukup melegakan. sudah saatnya aku pulang, ini adalah saat yang tepat aku pamit kepadanya, diriku yang kecil sudah seharusnya pergi dan tidak dengan diriku aku tidak boleh merepotkannya biarkan dia terus bermain tanpa memikirkan diriku yang sekarang. "hai aku yang kecil terima kasih aku benar-benar sangat-sangat berterima kasih pada dirimu karena selalu menjagaku saat aku sedang tidak baik-baik saja, sungguh kamu sangat baik aku sungguh bahagia bisa bertemu denganmu. senyumanmu kalau meluluhkan hatiku, terima kasih karena sudah menjagaku bahkan kamu selalu memikirkan perasaanku Aku menyayangimu diriku yang kecil..." Aku berkata sambil memegang pipinya kutatap dia dengan penuh keyakinan, dia hanya tersenyum padaku seolah dia sudah mengerti apa yang aku ucapkan. 

Kami pun berdiri , ku tekuk lutut ku agar menyamai tingginya, kupeluk sekali lagi dengan erat seolah-olah itu adalah pelukan perpisahan. Hari semakin gelap sudah saatnya kami pulang, kami berjalan pada tujuan yang berbeda langkah demi langkah kamipun sudah berjauhan, tiba-tiba dia berteriak kepadaku, aku menoleh segera mungkin kepadanya dia melambaikan tangannya dan berkata "Aku menyayangimu Aku yang besar hehehe ....." dia berlari sambil tertawa. aku membalasnya kemudian berteriak "Aku juga sangat-sangat menyayangimu selamat tinggal aku yang kecil...." Sambil melambaikan tangan padanya. Kami pun berlari diarah tujuan yang berbeda namun kami bahagia.


;


Hadiah Terbesar

Karya : Salsabila Imtinan


Pada akhirnya hadiah terbesar yang diberikan oleh waktu adalah kenangan, bahwa kita pernah saling menyayangi. Itu sebabnya, tepiskan malumu dan berikan pengakuan cinta pada orang yang kamu cintai sebelum terlambat. Jangan menjadi orang yang hidup dalam penyesalan. Hargai apa yang kamu punya. Katakan cinta kalau memang cinta. Begitulah cara menghargai waktu.


-


Perpisahan adalah drama besar yang dipertontonkan oleh kehidupan. Kita sebagai pemainnya harus memainkan peran dengan sempurna, meski kita tahu akhir dari cerita ini akan tiba. Dan ketika ia menggulung tirai, kita pun harus memutar otak bagaimana memulai drama baru yang tak kalah menariknya dari yang sudah berlalu.

Near pergi dulu, mungkin ini yang terakhir tapi semoga saja kita bertemu kembali 👋🏼

-Disappear-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upgrading Organisasi Kemahasiswaan

AUDIENSI ORGANISASI MAHASISWA TERHADAP LEMBAGA STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA

STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA Resmi Laksanakan Pekan Orientasi Kehidupan Kampus (POKUS) Tahun 2022 Secara offline 07- 10 September 2022