Kumpulan Puisi


Foto : kibrispdr.com




Belum Usai 

Karya : Kiva Amarullah


Tiap rintik yang jatuh dengan menitik 

Kembali pada ingatan yang mengusik

Perlahan tersapu dengan sekian detik 


Secerah bahagia yang tumbuh

Kian mengusap jiwa-jiwa yang lusuh

Mengusir kecewa yang bergemuruh

Sekuat raga bersikukuh 


Nyatanya hanya berandai-andai 

Pada akhirnya perjalanan belum usai

Ingatan masih terus saja membantai

Berkecamuk seolah melambai-lambai 


Jatuh rapuh bergemuruh riuh

Esok pagi kembali pada jiwa yang tumbuh

Terima kasih untuk bahagia yang tak selalu utuh


Tasikmalaya, 31 Desember 2022


-


Keliru

Karya : Yusi Yusnia


Hening malam, bahkan pagi menjelang

Hawa dingin perlahan menusuk tulang

Jiwaku hampir habis digerogoti angan

Tangisku kembali memecah keheningan


Cinta semu seorang insan

Memuji mengintai tak pernah bosan

Berharap bahagia berbuah kesedihan

Diam terpaku tercabik menahan


Menanam tanpa memanen

Mengayuh tak pernah sampai

Berjalan pada jembatan 

yang tidak menghubungkan apapun


Jika sungguh-sungguh,

Hanya kepada-Mu Tuan

Hamba jatuh cinta, 

tanpa merasakan sakit.


-


Sederhana namun Berharga

Karya : Nur Maulinda


Sebuah tempat yang memiliki arti

Yang indah jika di nikmati

Berkenalan sambil berjabatan

Akan mendapat sebuah kebahagiaan


Walaupun berbeda dari sebelumnya

Tapi semua akan indah pada waktunya

Tak ada kata untuk mewakili

Tentang rasa terimakasih ini


Untukmu kampusku

Jadilah sebuah jembatanku

Ku dampingi dengan perjuangan

Untuk meraih sebuah impian


Aku yakin suatu hari nanti

Akan Merindukan semua kenangan

Di STIA yang ku cintai

Semoga kita semua sukses di masa depan


-


Rembulan yang Hilang

Karya : Nur Maulinda


Langit gelap berwarna hitam

Dihiasi bintang dan bulan

Hati yang kesepian

Diiringgi keadaan tak karuan


Malam yang dulunya indah

Kini mulai berubah

Wajah yang tersenyum Bahagia

Menjadi senyuman menahan luka


Akankah dia tau

Tentang segala rindu

Apakah dia merasakan

Sakit tentang kehidupan

Dimana dia sekarang


Aku akan mencarinya

Aku akan bercerita tentang segala rasa

Setelah dia pulang bergitu saja

Dia pergi untuk selamanya

Dia Pulang tanpa berkata

Langit kini tak lagi bercahaya

Aku hanyalah bisa menahan luka


Jika dia ada aku ingin berkata

Mana rembulan yang kau janjikan

Mana dirimu yang akan selalu ada

Mana cahaya di dalam kehidupan


Hari demi hari terus berganti

Tak ada waktu bersamanya lagi

Ku kira hidupku akan bahagia

Namun ternyata suram begitu saja


Penyesalan yang terdalam adalah kehilangan

Ku harap takdir kembali menyatukan


-


Rindu Rumah 

Karya : Serli Herawati


Dulu aku ditunggu kehadirannya

Dan tumbuh dikedua senyumannya 

Diiringi kebahagiaan meskipun menghawatirkan

Sekarang aku telah dewasa

Semakin merekan senyumnya

Sayangnya... 

Aku yang kehilangan semuanya

Semua harapan memang benar adanya

Tapi tidak dengan keadaannya

Tatapan dan senyumnya kini tidak sama

Tapi...

Aku berusaha untuk mereka berdua

Terus menjalankan harapan terbesarnya

Ayah... 

Ibu... 

Betapa beruntungnya aku masih diberi kesempatan untuk bersama

Aku tahu semakin dewasa harus berkelana

Meskipun bagiku rumah adalah segalanya


-


Nestapa Gata

Karya : Yusi Yusnia


Aku memanggilmu sendirian

Dan terus berpikir bahwa kau akan datang

Berbaring dalam ruang 

Gelap, sesak, menggigil, kesepian


Sudilah kiranya Engkau hancurkan aku

Seonggok tulang berbalut dosa

Beliau sedang menunggu kepulanganku

Harus kemanakah luka ini kubawa


Tuan, semenjak beliau Kau ambil

Belati itu menyayat tiada henti

Banyak jerit yang memekakkan

Hingga aku mendambakan kematian


Mohon beribu ampun

Karena tenggelam dalam luka

Budak hina ini memohon belas kasihan

Katanya kematian itu menyakitkan


-


Indah Pada Waktunya

Karya : Nur Maulinda


Orang lain berkata

Kamu tak pantas bahagia

Orang lain mengira

Kamu tak pernah terluka


Aku sadar dalam kehidupan

Bukan selalu tentang kebahagiaan

Namun bersyukur di segala keadaan

Terkadang aku lelah menghadapi cobaan


Permasalahan datang secara bersama

Dari segi yang berbeda

Sabar dan ikhlas adalah kuncinya

Yakinlah semua akan indah pada waktunya


Tidak ada yang abadi

Tentang semua di dunia ini

Dunia adalah panggung drama

Dimana harus menutupi luka dengan tawa


Ketika harapan semakin tinggi

Ekspektasi semakin menjadi-jadi

Tapi ditampar keras oleh realita

Dituntut mampu melewati semuanya


Hargai dan sayangi dirimu sendiri

Tidak ada salahnya tentang mimpi

Kejar itu dengan usaha

Buktikan pada semua bahwa kamu bisa


-


Dalam Diam 

Karya : Kiva Amarullah


Disana,

ada seguyur hujan dan seuntai bunga

yang sedang berbincang

tentang pahitnya sebuah pamit

Tentang sunyinya sebuah sepi


Disana, ada sebuah kapal kecil di pelabuhan

Yang tengah bercengkrama

Tentang rasa yang tidak tersampaikan

Tentang asa yang kian memudar


Disini, ada seorang insan,

Yang tengah menadahkan tangan,

Menghadap Sang Pengarang,

Akan harapan yang terbuang.

Menyesali takdir seraya memaki,

Menginyam rasa tanpa peduli,

Tentang perasaan yang terpendam dalam hati.


-


Lentera di Ujung Kisah

Karya : Laila Nabila


Aku pernah mengais lelah dengan tangis

Mengundang pilu senja sejak ia hadir hingga habis

Kami merapat bersama tawa, kemudian aku ditikam tanpa aba-aba

Lenyap, begitu seharusnya


Namun dunia bilang langkah ini belum usai

Aku masih tersangkut ranting di hilir sungai

Berdiam, menanti raga tenggelam

Berbaring, menatap daun-daun kering berjatuhan


Darahku mengalir deras, terburu-buru, seperti kepak merpati di sore hari

Oh Tuhan, entah apa yang kurasakan

Keluhanku tak lagi berbisik

Ia dibungkam kegelapan bermalam-malam

Teriakanku tak lagi bersuara

Ia disinari kemalangan yang tak kunjung padam


Lantas, masih adakah alasan untuk bertahan? 


Dunia tak memberi jeda untuk menjawab

Sebab, kulihat ada raga yang tak kalah terluka

Bersandar di pohon tua tanpa alas

Dihinggapi debu, bercucur keringat

Menggigil sendirian dalam lelap yang sukar ditemukan


Jemarinya kerap memayungiku dari hujan

Meski tangannya patah oleh tumpukkan dahan

Ujung bibirnya setia memberiku senyuman

Meski senantiasa memias disapa kedinginan

Tatapannya selalu memberiku kekuatan

Meski dalam kedip ada gemetar tersebab kelelahan


Lebam membiru di telapak kaki

Sisa tangis mengering di kedua pipi

Ia berbalut pakaian lusuh

Untuk membuatkanku selimut yang utuh

Tiada kata pergi dalam kamusnya

Setiap jengkal detik setia menemani

Bahagia tak sempat ia cari

Melihatku baik-baik saja adalah kemewahan yang tak tertandingi

Saat pagi menjelang, ia menadahkan tangan

Meminta belas kasih, merintih, bergetar dengan lirih

Bukan untuk dirinya, tapi untuk diriku. 


Dan disini aku mengerti

Dunia bilang, bertahan adalah jawaban

Tidak apa-apa

Kunikmati sakit ini

Kucintai takdir ini

Asalkan bersamamu, 

Ibu.


-


Tokoh Utama

Karya : Salsabila Imtinan


Aku selalu ingin tahu bagaimana rasanya dicintai seorang penulis.

di sudut kamarnya, ia duduk di depan laptop, memandang layar yang setia berkedip seperti menunggu tuannya untuk bercerita.

Sesekali ia palingkan pandanganya ke arah jendela, memandang keramaian kota yang sama riuhnya seperti isi pikirannya kala itu. 

Dengan perlahan, ia mulai menulis.

Satu kata, dua kata, lalu berlanjut.

Imajinasinya mulai bermain pelan pelan.

Beberapa ada yang pindah melalui ketikannya, beberapa pula ada menetap dalam pikirannya.

Mengingat ia juga tahu, kalau ada beberapa hal yang lebih baik ia pendam dalam diam.

Sejenak, ia memperhatikan satu persatu tulisan yang ditulisnya.

Rapi, cantik, dan sederhana.

Seperti sosok yang ia gambarkan dalam bait tulisnya. 

Di beberapa kesempatan, ia membuka tulisan lamanya itu.

Terbesit satu keinginan untuk memberikanya kepada tokoh utama, dalam cerita yang ia buat.

Namun, ia memilih untuk memendam itu dalam diam, seperti yang biasa dilakukan oleh seorang penulis ketika jatuh cinta,

jatuh cinta sendirian.



Luka dari Cinta

Karya : Nur Maulinda


Waktu terus berjalan

Hingga sampai di titik melupakan

Ku kira akan berujung Bahagia

Tapi ternyata trauma yang dirasa

Aku tidak mempercayai

Jika ada orangn mencintai

Luka yang tak seberapa

Menimbulkan trauma yang lama

Aku berusaha kuat

Agar terlihat hebat

Tapi jika aku sendiri

Selalu menangis tanpa henti

Aku yakin akan ada Bahagia

Setelah melewati semuanya

Seseorang yang selalu kutunggu

Tentang dia yang menjadi jodohku


-


U Must Listen to Your Heart

Karya : Salsabila Imtinan


Kalau disekelilingmu udah mulai berisik

Kamu boleh tutup telingamu rapat-rapat

Pasang earphone yang sering kamu bawa kemana-mana

Sambil tarik napas pelan-pelan

Karena ngga ada yang ngelarang kamu buat ngelakuin itu semua


Terkadang, jadi orang dewasa di dunia yang berisik ini bisa ngebikin kita cape

Ekspektasi, kritikan, saran, semua masuk jadi satu lewat telinga kiri

Beberapa ada yang nempel di dalam telinga

Lalu ngasih bekas luka yang ngga jelas kapan sembuhnya


Kalau udah begini kasih dirimu waktu untuk istirahat sebentar

Mengingat apa yang keluar dari sekelilingmu ngga perlu kamu dengerin semuanya, satu persatu

Kamu boleh ngebuka hp sambil milih lagu yang cocok buat kondisimu kala itu

Bukan lagu hasil rekomendasi spotify, atau lagu dari saran orang lain yang kadang kamu paksa buat dengerin biar bisa nyemangatin mereka

Padahal ya, artinya kamu enggak suka

Hatimu pasti tau apa yang terbaik buat kamu

Dengerin dia baik-baik, seperti kamu ngedengerin lagu yang kamu pilih untuk kebaikanmu sendiri

Karena untuk jadi pendengar yang baik di dunia yang berisik ini. Kamu perlu ngedengerin hati kecilmu dulu, yang terkadang bisa ngebuka dirinya lewat lagu yang kamu pilih, 

dari keinginanmu yang paling tulus


-


Dialog Diri Sendiri

Karya : Kiva Amarullah


Hitungan 365 hari aku mengenal siapa aku

Berkelana tanpa aksara

Bermimpi dalam angan-angan tanpa saksi

Berdiri di atas kaki dan meniti jalanan yang sepi

Selalu menengok kearah matahari yang selalu bersembunyi

Menikmati hari yang tiada henti menyiksa diri


Aku selalu bertanya

"Siapa diriku sebenarnya?"

Yang hanya bisa tertidur di sepertiga hari

Lalu kembali melukis senyum di esok hari


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upgrading Organisasi Kemahasiswaan

AUDIENSI ORGANISASI MAHASISWA TERHADAP LEMBAGA STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA

STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA Resmi Laksanakan Pekan Orientasi Kehidupan Kampus (POKUS) Tahun 2022 Secara offline 07- 10 September 2022