PELANTIKAN DPM DAN BEM STIA YPPT PRIATIM TASIKMALAYA PERIODE 2023-2024
Ketua STIA YPPT Priatim Tasikmalaya yaitu Dr. H. Agus Fatah Hidayat, S.I.P., M.Si. melantik Ketua DPM baru serta Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa STIA YPPT Priatim Tasikmalaya periode 2023/2024.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yaitu Dr. Astri Siti Fatimah, S.Sos., M.Si., Kepala Bagian Kemahasiswaan dan alumni yaitu Deni Sudrajat, S.Sos., M.Si. serta perwakilan dari setiap ORMAWA. Perlu diketahui juga, bahwa Sdr. Muhammad Rival Suryadi merupakan ketua DPM periode 2023/2024 serta Sdr. Satia Putra Wibawa merupakan Presiden Mahasiswa dan Serli Herawati sebagai Wakil Presiden Mahasiswa periode 2023/2024.
Rival mengungkapkan bahwa yang menjadi program kerja unggulan dari DPM tahun ini yaitu Kelas Intelektual dan Advokasi.
"Program kerja yang pertama yaitu kelas intelektual yang mana semua anggota DPM dan seluruh mahasiswa STIA dapat mengikuti kelas intelektual tersebut. Kelas tersebut biasanya mengambil tema birokrasi di kampus, sistem kepemerintahan di kampus, dasar-dasar filsafat, serta trias politica. Kedua ada advokasi, dimana harapan saya demi kebaikan STIA seluruh anggota dapat mengadvokasikan seluruh keluh kesah baik ORMAWA ataupun Mahasiswa," ungkap Rival.
Disisi lain, program kerja yang menjadi unggulan BEM periode sekarang yaitu pembicaraan karir, future inspiration, serta info layanan kesehatan mental.
"Adapun program kerja unggulan yang nantinya akan dilaksanakan di BEM, sebenarnya sebelum saya menyampaikan program itu saya memberikan kebebasan seluas-luasnya terhadap nanti isi kabinet. Adapun gagasan saya yang akan dilaksanakan di periode BEM yaitu yang pertama terkait pembicaraan karir. Pembicaraan karir ini berfokus pada semester 5 dan semester 7 yang nantinya akan mempersiapkan di dunia kerja juga mempersiapkan skripsi-skripsi itu seperti apa sih yang dikemas dalam bentuk formal maupun informal. Terus yang kedua itu ada Future Inspiration, berkaitan dengan siswa-siswa yang putus sekolah di Kota Tasikmalaya nantinya yang putus sekolah akan membuat siswa yang putus sekolah ini mengenyam pendidikan yang sama rata. Program kerja yang ketiga itu ada Info Layanan Kesehatan Mental yang pada intinya kita membuat ini untuk mencegah adanya hal-hal tadi terjadi di STIA," ungkap Satia.
Penulis : Kamila Rosalina
Reporter : Nur Maulinda

Komentar
Posting Komentar