Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Ragam Tulisan - Dan Juni, Kita Terluka Lagi

Gambar
 "Tidak ada yang salah. Dunia hanya menguatkanmu dengan banyak konspirasi tak terduga yang datang tanpa lelah. Biarlah seluruh patah terasa mudah, karena batin yang diperah, pikiran yang dipaksa gagah, harus tetap tegar dan tenang tanpa bantah." - Semua tentang Waktu Karya : Kamila Rosalina Rotasi waktu terus berputar. Rasa pun perlahan mulai memudar. Kehadirannya yang tak seperti biasanya dan tak seperti awal mulanya. Kabar pun seolah sudah tak penting. Hanya luka yang bisa kau ukir. Lalu untuk apa bertahan? Jika kehadiranku sudah tidak dihiraukan. Memang pada akhirnya semua akan asing dan terlupakan. - Usai   Karya : Salsabila Imtinan Kalau suatu saat nanti aku berhasil menatapmu tanpa sebuah harap, aku mampu berbincang denganmu tanpa derap suara yang bergetar. Artinya kamu bukan lagi sosok yang ku kagumi. Ah tidak, kamu tetap menjadi sosok yang pernah aku kagumi. Namun sudah berhasil mengambil pelajaran berharga atas kisah yang kita jalani tanpa membawa serpihan lukanya. ...

Katanya, Indonesia Darurat Membaca, Kok Bisa?

Gambar
Kondisi perkembangan minat baca dan kemampuan membaca masyarakat Indonesia saat ini berada pada level yang sangat memprihatinkan. Seperti dilansir oleh beberapa survey mengenai minat baca, yang terpopuler yaitu survey UNESCO Tahun 2011 menyatakan bahwa indeks membaca Siswa kita adalah 0,0001 (artinya hanya 1 dari 10000 orang Siswa yang memiliki minat baca).  Berikut penyebab umum rendahnya minat baca di Indonesia : 1. Tidak Ada Pembiasaan Membaca Pembiasaan membaca memang tidak bisa instan. Pembiasaan membaca sebaiknya memang dilakukan sejak usia dini, karena untuk merubah kebiasaan prilaku seseorang perlu waktu 4 – 5 Tahun. Seseorang yang sejak kecil tidak pernah dibiasakan membaca oleh kedua orang tuanya akan kecil kemungkinannya untuk memiliki minat baca, pola asuh orang tua adalah kunci dari pembiasaan ini karena orang tua adalah perpustakaan pertama bagi anaknya 2. Lingkungan Kurang Mendukung Mungkin kita sering mendengar istilah bergaul dengan tukang parfum akan terbawa wangi...

Ragam Tulisan - Detik yang Berdetak

Gambar
"Setiap manusia punya komitmen terhadap skenario yang sudah Tuhan tulis, bahkan jauh sebelum ruh ditiupkan ke janin. Sehingga tiap derap langkah penuh dengan tanggung jawab, sebab proses bertumbuh bukan candaan, dan perjalanan hidup bukan bahan tertawaan." - About Learn Earnest Karya : Serli Herawati Malam yang sunyi kali pertama melihatnya dengan raut wajah yang terlihat letih, aku menundukan kepala sedikit gugup lalu sekarang kita saling berhadapan, terucap pertanyaan-pertanyaan yang membuatku kalang kabut otak dan bibirku bahkan tidak berfungsi dengan baik kala itu. Aku benar-benar gugup bahkan aku tidak ingat di sekelilingku banyak orang, sampai akhirnya aku membenci dirinya karena dengan semua kata-katanya membuatku seperti orang bodoh di malam itu. Empat hari harus aku lewati oleh bayang-bayang dirinya bahkan senyumku hilang seketika, tapi semakin aku membencinya semakin aku kagum akan semua ilmu yang dia berikan, semakin perlahan raut keningku memudar saat melihatnya b...

Serba-Serbi Penulisan - Tanda Baca

Gambar
Tanda baca adalah salah satu unsur penting dalam kalimat. Dalam suatu kalimat, tanda baca memberikan arahan intonasi maupun penggalan yang tepat. Apabila terdapat kesalahan-kesalahan tersebut, dapat berakibat kesalahpahaman.  Beberapa yang sering kita jumpai, yaitu titik (.), koma (,), titik dua (:), titik koma (;), petik (“…”), petik tunggal (‘…’), dan masih banyak lagi. Sebenarnya bagaimana penggunaan tanda baca tersebut? Lalu yang terpenting, apa kesalahan yang kerap terjadi dalam penggunaannya? Simak pembahasan di bawah ini dengan seksama. Tanda titik (.) Tanda titik banyak disalahkan penggunaannya pada kondisi berikut: Penggunaan setelah angka atau huruf pada sebuah daftar. Akan tetapi, tidak digunakan pada angka atau huruf yang lebih dari satu, seperti pada subbab. Contoh benar: 1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang Contoh salah: 1. Pendahuluan 1.1. Latar belakang Penggunaan pada bilangan yang menyatakan ribuan atau kelipatan ribuan. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan tanda titi...

Quarter Life Crisis: Arti, Ciri-Ciri, Penyebab, dan Tips Menghadapinya

Gambar
Di usia 20-an, anak muda sering kali dilanda kegelisahan akan tujuan hidupnya. Quarter life crisis adalah istilah yang umumnya digunakan untuk menggambarkan kegelisahan ini. Krisis ini ternyata cukup lumrah terjadi. Kata Yale Medicine, 70 persen dewasa muda pernah mengalaminya. Apakah kamu masih asing dengan istilah quarter life crisis, atau dalam bahasa Indonesia, disebut dengan krisis perempat baya?    •Apa Itu Quarter Life Crisis?     Dikutip dari 7 Summit Pathways, quarter life crisis adalah masa-masa krisis emosional yang terjadi saat memasuki usia 20 hingga 30 tahun.     Krisis emosional ini bercirikan ragu-ragu akan masa depan dan kualitas hidup dalam berbagai bidang. Bidang-bidang itu di antaranya pekerjaan, asmara, hubungan dengan orang lain, hingga keuangan. Krisis perempat baya juga bisa muncul karena berbagai nilai-nilai yang diyakini oleh seseorang. Selain itu, melansir Harvard Business Review, ada empat tahap krisis perempat baya, yaitu: ...

Ragam Tulisan - Sebaris Mantra untuk Bahagia

Gambar
"Manusia tanpa rasa adalah dusta. Setiap ketetapan memiliki makna. Dan jatuh cinta: adalah rasa yang Tuhan tetapkan pada setiap jiwa yang Dia beri kesempatan." - Nama Diujung Bait Karya : Mita Wilma Irfani Kita sebelumnya menaruh kehampaan paling depan, menyiangi kerisauan yang lama hidup sebagai koridor di mana aku kerap menyambangimu, sebelum bersama lalu menjadi bahagia. Sekian malam yang menyekap kegetiran. Puisi adalah sunyi yang membayang - bayangi aku untuk berjalan, menemukan hembusan wangi ke tiap tempat yang pernah kita duduki berdua, tersenyum dan tersipu. Kasihku, kala itu kau mempersembahkan senyuman manis yang belum pernah kau suguhkan, tetaplah seperti itu. Dan berilah aku ruang untuk jadi segala penawar hari yang kerap membuatmu luka. Agar segala kita selalu saling punya apa yang semestinya dibagi dengan rela. Aku ingin jadi nama diujung bait patahan kalimat yang kau semogakan dengan air mata ketabahan diantara ujung doa, lalu tersemoga. Jadi semestinya yang k...